Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang

Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang - Hallo sahabat Islam NUsantara, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel BUDAYA, Artikel KEISLAMAN, Artikel KHASANAH, Artikel POLITIK, Artikel SANTRI, Artikel SOSIAL, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang
link : Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang

Baca juga


Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang

Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang


Masih ingatkah dukun cilik bernama Ponari? Bocah kelas IV SD ini pernah menghebohkan Indonesia 2009 lalu.

Siapa yang tak mengenal Ponari. Nama dukun cilik beken asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, pernah fenomenal di negeri ini.

Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya.

Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.

Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja.

Namun, saat Ponari beranjak remaja. Kesaktian yang dimilikinya seolah meredup. Pasiennya kini bisa dihitung jari.

"Sekarang tak menentu. Kadang ada satu orang, kadang sepi pasien," ujar nenek Ponari, Mbok Legi. Setiap tamu yang datang, meski tak pernah diminta dan dipatok tarif, rata-rata memberikan uang Rp20.000.

Kata sang ibu, Mukaromah, sejak pasien mulai sepi, kini Ponari lebih fokus sekolah. Putra pertamanya itu kembali meneruskan pendidikan yang sempat tertunda 3 tahun lamanya.

Status Ponari sebagai dukun cilik memang mengubah hidupnya. Setelah secara ekonomi keluarganya naik drastis dari hasil pengobatan Ponari, dukun cilik itu justru enggan ke sekolah, hingga akhirnya tidak mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu.

"Tahun kemarin ikut ujian di program paket A alhamdulillah lulus. Sekarang melanjutkan lagi ke sekolah Tsanawiyah (sekolah Islam setingkat SMP). Baru kelas satu," katanya

Mengenai materi yang didapatnya dari hasil pengobatan Ponari, keluarga ini mengaku saat itu sempat terkumpul uang Rp 1 miliar lebih dari pasien yang datang.

Dengan uang sebanyak itu, dia mampu membangun rumah yang sangat layak, membeli 2 bidang sawah seluas 2 hektar, sepeda motor dan perabotan rumah tangga.

Namun uang yang jumlahnya fantastis bagi orang kampung itu kini telah habis. Kondisi ekonomi keluarganya pun kembali seperti semula.

Ibu dua anak ini mengeluhkan biaya sekolah Ponari yang tergolong mahal. Padahal biaya ujian akhir semester itu hanya Rp250.000. Bahkan, untuk melahirkan putra ke duanya ia mengalami kesulitan keuangan.

Terkait sepinya pasien Ponari saat ini. Mukaromah memiliki alasan tersendiri sejumlah isu negatif membuat pasien tak lagi datang ke rumahnya. Keluarga Ponari kini menempati rumah cukup mentereng untuk ukuran desa setempat. Dindingnya terbuat dari tembok dengan cat dominan warna putih, berlantai keramik mengkilap. Padahal, sebelum melakoni praktek perdukunan rumah Ponari terbuat dari anyaman bambu dengan lantai tanah. Entah apa yang membuat warga Indonesia khususnya sebagian warga Jombang yakin akan kekuatan batu tersebut.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan Share ...

Sumber : http://ift.tt/2mRMT3I
Loading...
Loading...
Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang


Masih ingatkah dukun cilik bernama Ponari? Bocah kelas IV SD ini pernah menghebohkan Indonesia 2009 lalu.

Siapa yang tak mengenal Ponari. Nama dukun cilik beken asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, pernah fenomenal di negeri ini.

Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya.

Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.

Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja.

Namun, saat Ponari beranjak remaja. Kesaktian yang dimilikinya seolah meredup. Pasiennya kini bisa dihitung jari.

"Sekarang tak menentu. Kadang ada satu orang, kadang sepi pasien," ujar nenek Ponari, Mbok Legi. Setiap tamu yang datang, meski tak pernah diminta dan dipatok tarif, rata-rata memberikan uang Rp20.000.

Kata sang ibu, Mukaromah, sejak pasien mulai sepi, kini Ponari lebih fokus sekolah. Putra pertamanya itu kembali meneruskan pendidikan yang sempat tertunda 3 tahun lamanya.

Status Ponari sebagai dukun cilik memang mengubah hidupnya. Setelah secara ekonomi keluarganya naik drastis dari hasil pengobatan Ponari, dukun cilik itu justru enggan ke sekolah, hingga akhirnya tidak mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu.

"Tahun kemarin ikut ujian di program paket A alhamdulillah lulus. Sekarang melanjutkan lagi ke sekolah Tsanawiyah (sekolah Islam setingkat SMP). Baru kelas satu," katanya

Mengenai materi yang didapatnya dari hasil pengobatan Ponari, keluarga ini mengaku saat itu sempat terkumpul uang Rp 1 miliar lebih dari pasien yang datang.

Dengan uang sebanyak itu, dia mampu membangun rumah yang sangat layak, membeli 2 bidang sawah seluas 2 hektar, sepeda motor dan perabotan rumah tangga.

Namun uang yang jumlahnya fantastis bagi orang kampung itu kini telah habis. Kondisi ekonomi keluarganya pun kembali seperti semula.

Ibu dua anak ini mengeluhkan biaya sekolah Ponari yang tergolong mahal. Padahal biaya ujian akhir semester itu hanya Rp250.000. Bahkan, untuk melahirkan putra ke duanya ia mengalami kesulitan keuangan.

Terkait sepinya pasien Ponari saat ini. Mukaromah memiliki alasan tersendiri sejumlah isu negatif membuat pasien tak lagi datang ke rumahnya. Keluarga Ponari kini menempati rumah cukup mentereng untuk ukuran desa setempat. Dindingnya terbuat dari tembok dengan cat dominan warna putih, berlantai keramik mengkilap. Padahal, sebelum melakoni praktek perdukunan rumah Ponari terbuat dari anyaman bambu dengan lantai tanah. Entah apa yang membuat warga Indonesia khususnya sebagian warga Jombang yakin akan kekuatan batu tersebut.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan Share ...

Sumber : http://ift.tt/2mRMT3I


Demikianlah Artikel Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang

Sekianlah artikel Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang dengan alamat link https://islammushola.blogspot.com/2017/03/masih-ingat-dengan-ponari-si-dukun.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Masih Ingat Dengan Ponari Si Dukun Cilik? Sungguh Mengejutkan!! Begini Nasibnya Sekarang"

Posting Komentar